sang Pecinta

September 8th, 2008

Jika aku jatuh cinta

Posted by sangpecinta in Nikmat, Rasa  Tagged ,

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang
yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya
agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang
yang merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya
agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu
melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh
dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas
sehingga melupakan aku pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini
telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-MU,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu
dan keindahan bertawakal di jalan-Mu serta kenikmatan berkhalwat denganMU

September 8th, 2008

Untuk Saudaraku…

Posted by sangpecinta in Rasa, Tak Berkategori, hikmah  Tagged , ,

Saudaraku….
Dunia terus berputar, waktupun terus berlalu,
hari-hari yang kita lalui dari pagi hingga datang pagi lagi kadang begitu menyesakkan,
bahkan kadang kala ingin kita berhenti mengarunginya.
Atau sebaliknya, muncul keinginan yang dalam akan adanya suatu perubahan yang baru, yang dapat membawa sedikit pencerahan ke arah yang lebih baik, tidak membosankan, apalagi menjemukan.
Seperti seorang musafir di padang pasir, kita butuh seteguk air;
Seperti orang buta, kita butuh cahaya;
Seperti orang bisu, kita ingin bicara;
Seperti orang tuli, kita ingin mendengar nada….

Saudaraku….
Sadarkah kita betapa dosa-dosa telah berakar dalam lapisan kulit dan gundukan tulang-tulang kita?
Sadarkah kita betapa hati kita mati oleh kekejaman dan dominasi nafsu dunia?
Sering gelak tawa kita menutupinya.
Namun jika kesedihan menghujam,
kejenuhan menawan,
kemana kita mencari tabirnya, agar tersembunyi semua kekerdilan jiwa kita? (lagi…)

September 8th, 2008

Ibu

Posted by sangpecinta in Rasa, hikmah  Tagged

Meskipun dirimu manusia biasa
bagiku engkaulah malaikatku
yang tak pernah lelah
membimbingku

Ibu, maafkanlah aku
yang dulu sering tidak memahamimu
yang kadang meremehkanmu

Ibu engkaulah surga dunia itu
tak pernah kau terlambat memberi kedamaian
tak pernah kau jera memberiku kebahagiaan & perlindungan
walaupun kadang yang kau dapat hanyalah perlawanan

semoga kau bahagia selalu Ibu
semoga aku dapat membahagiakanmu
terimalah salamku
dari anakmu

Agustus 26th, 2008

Suara Hati

Posted by sangpecinta in Rasa, hikmah

Teriakku..
Kadang  hanya  terdengar sendiri
Sakitku Kadang  hanya jadi hisapan yang tak berarti..
Kemana harus kulabuhkan diri??
Hanya Sepi yang bisa kutemui
Ku mengadu dan rintihkan diri
Dalam sepi, aku menjadi berarti

Mengapa harus gelisah kawan?
Ditengah ramai yang kan selalu kau jumpakan
Mengapa harus kau sedihkan?
Segalanya pasti ada akhiran

Tapi aku manusia biasa
Yang pasti akan merasakan nestapa
Aku hanyalah wayang, hanyalah sebuah Boneka
Yang kan selalu harus pasrah pada sang pemilik Masa

Merintih
Akhirnya bahagia
Nestapa
Ujungnya gembira
Sang Khalik takkan mencurangimu kawan
Insya Allah ia kan selalu bersamamu
Acapkanlah keridhoan dan takbirmu
wahai kau MANUSIA

Agustus 26th, 2008

Merenungi hujan

Posted by sangpecinta in hikmah  Tagged ,

Hujan gerimis masih saja terus mengguyur Bogor sepagi ini. Dari malam tadi malah. Seolah tak peduli dengan jeritan kekesalan dan ocehan gerutu dari orang - orang yang merasa dirugikan dengan kehadirannya. Menjerit karena rumah mereka menjadi habis terendam dan seolah mengapung dalam lautan kepongahan sang air yg dibawa hujan. Ocehan gerutu, yang mungkin ini adalah level kecil dari luapan amarah, yang keluar dari mulut - mulut yang menjadi terkungkung dan merasa tak bisa bergerak dan maksimal berjalan memulai hari.
Ahh..hujan memang kadang menjadi pongah dan tak beradab, dan tak berperasaan, itu rutuk hatiku yang hitam. “Tapi hujanpun membawa berkah kan? Bahkan dengan hujan banyak maksiat yang urung dilaksanakan” Komentar hatiku yang malaikat masih senang untuk menjaganya.

Kembali aku terpuruk oleh pilihan yang tak kunjung kupilih. AKankah kuhadapi hujan atau menunggu hujan habiskan pilihannya sendiri?

Halaman Berikutnya »